Musica

KBA Pantau Perkembangan Mahasiswa Aceh di Mesir

Minggu, 22 Mei 2011


Kairo, CyberNews. Komisi Beasiswa Aceh (KBA) kembali berkunjung ke Mesir untuk melihat dan memantau perkembangan mahasiswa Aceh di negara piramid tersebut.

Hal itu diungkapkan Malim Sempurna seorang aktifis Word Achehnese Assocation (WAA) di Mesir, Malim dalam rilis berita WAA yang diterima redaksi Suara Merdeka CyberNews mengungkapkan kunjungan KBA kali ini mempunyai beberapa agenda.

Agenda tersebut diantaranya membicarakan metode pengiriman beasiswa kedepan, apakah dikirim seperti semula ke rekening pribadi atau melalui KBRI, tapi hal ini masih dalam tahap pembicaraan.

Selain itu KBA dalam kunjungannya kali ini juga bertujuan untuk mengadakan tes beasiswa S2 bagi lulusan S1 atau yang sedang S2. hal itu bertujuan untuk mempermudah bagi mahasiswa Aceh Cairo untuk mengikuti tes tanpa harus pulang dengan dana yang besar ke Aceh. Tes yang yang diadakan oleh KBA di Mesir pada tanggal 22 November 2010 berlangsung lancar dan sukses.

Pada kesempatan ini KBA juga mengunjungi langsug sekolah kaligrafi Internasional Turkey di Mesir (Halaqah Khairiah) atas undangan dari pimpinan lembaga kaligrafi tersebut. Tujuannya untuk melihat langsung bagaimana pembelajaran bagi penerima beasiswa kaligrafi asal Aceh di lembaga tersebut.

Pihak lembaga kaligrafi mengatakan mereka merasa berkewajiban dan optimis bahwa pelajar kaligrafi dari Aceh yang belajar ditempatnya akan mampu dengan ilmu yang diajarkan untuk memberikan konstribusi dalam pengembangan seni kaligrafi di Aceh nantinya.

Lembaga tersebut juga akan berusaha ikut berpartisipasi semaksimal mungkin untuk membangun kembali kesenian yang mulia ini di Aceh yang telah kehilangan banyak kaligrafernya dalam musibah tsunami beberapa tahun yang lalu, bahkan mereka mengatakan berencana berkunjung ke Aceh untuk mengadakan seminar Kaligrafi di masa yang akan datang.

Pihak KBA sendiri mengatakan mereka merasa sangat senang karena bisa melihat langsung proses belajar di Lembaga Kaligrafi Internasional ini. Mereka berjanji akan mendukung sepernuhnya mahasiswa Aceh yang sedang belajar di lembaga tersebut.

Saat ini ada tiga orang penerima beasiswa Aceh yang sedang sekolah di lembaga tersebut yaitu Rahmat Zul Azmi, Zainal Muttaqin dan Malim Sempurna.

Setelah lebih satu jam pembicaraan berlangsung pihak KBA diajak untuk melihat ornamen bangunan islami yang ada di lembaga kaligrafi. Syeikh bilaid hamidi mengatakan beginilah contoh bangunan islam yang bisa membangkitkan jiwa islami yang tinggi. Beliau berharap nantinya pemerintah Aceh bisa membangun sekolah kaligrafi islam yang mulia ini di Aceh.

Sekolah kaligrafi internasional Tukery yang ada di Mesir merupakan bagian dari Research Center For Islamic History, Art and Culture (RCICA) yang bermarkas di City Qasr dan Yaveran Bangunan Istana Yildiz di Besiktas, Istanbul Turkey. Yang bernaung di bawah Organisasi Konferensi Islam (OKI).

1 komentar:

Mylha mengatakan...

Sangat bermanfaat. Kunjungi juga blog saya CODEin.my.id

Posting Komentar